Tanggal
12 Agustus 2014 kemarin, saya pergi kesebuah pameran yang disenggelarakan oleh
pemerintah Kabupaten Klaten yang bertempat di Gedung RSPD, Sunan Pandanaran.
Pameran tersebut diikuti oleh berbagai SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) yang
berada di Kabupaten Klaten, komunitas fotografi di Kabupaten Klaten (Klap
Photograper), batik khas berbagai daerah, patung yang dibuat dari ukiran kayu
dan dari Dinas Pendidikan sampai Dinas Kesehatan juga turun kelapangan guna
memberikan informasi yang dibutuhkan masyarakat luas.
Beberapa SMK menunjukkan eksistensi
mereka dibidang yang sesuai dengan jurusan mereka, dari SMK N 1 Klaten
menunjukkan jurusan dibidang Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), Multimedia
(MM), dan Teknik Produksi dan Penyiaran Program Pertelevisian (TP4). SMK N 2
Klaten menunjukkan jurusan dibidang Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), SMK N 3
Klaten menunjukkan jurusan dibidang Tata Boga, dan kecantikan kulit &
rambut. Dan masih banyak SMK lainnya yang
tidak kalah dengan ketiga SMK yang saya sebutkan tadi.
SMK-SMK tersebut menunjukkan bidang
keahlian ke masyarakat luas dengan cara memamerkan produk mereka. Produk-produk
yang diciptakan sendiri yang tentunya melalui proses pembuatan yang cukup
memakan waktu. Dari produk yang ditawarkan, mereka dapat menjual jasanya
melalui jalur pameran tersebut. Selain itu juga dapat mempromosikan bidang
keahlian dan sekolah mereka ke masyarakat luas melalui karya yang dihasilkan.
Banyak jasa yang ditawarkan, seperti pembuatan animasi 2D dan 3D, sablon kaos
dan mug, pembuatan film pendek, pembuatan Iklan Layanan Masyarakat (ILM),
perakitan PC, pembuatan berbagai makanan dari yang Tata Boga, menawarkan jasa
kecantikan kulit dan rambut, dan masih banyak lagi.
Satu yang menarik perhatian saya
ketika saya melihat berbagai koleksi foto menarik dari pameran tersebut.
Koleksi foto yang berasal dari komunitas KLAP Photographer Klaten menarik
perhatian saya dan teman-teman saya. Mulai dari karya hingga cara
penyampaiannya pun juga menarik. Banyak karya foto yang dipamerkan. Dari Human
Interest hingga Lanscape terpamerkan jelas waktu itu. Foto yang dipamerkan pun
tidak kalah menariknya dengan jepretan hasil fotografer professional. Mulai
dari komposisi hingga makna yang terkandung sangat menarik untuk dipelajari
lebih.
 |
| Beberapa foto yang dipamerkan |
 |
| Beberapa foto yang dipamerkan |
|
Selain
jepretan hasil komunitas KLAP Photographer Klaten, ada juga patung yang dibuat
dari kayu yang diukir. Harganya pun juga menyesuaikan bentuk, besar dan
kesulitan pada saat pembuatan, harganya berkisar antara Rp 2.000.000,- hingga
Rp 5.000.000,-.
 |
| Selfie. Cheers ! |
 |
| Patung ini harganya Rp 3000.000,- |
Hal
yang menurut saya paling menarik dari pameran tersebut adalah terjunnya petugas
dari Dinas Kesehatan disela-sela pameran. Para petugas mendirikan stand guna
menyosialisasikan berbagai kebutuhan yang dibutuhkan masyarakat luas, seperti
pelayanan kesehatan layaknya Puskesmas, memberikan informasi bagaimana cara
menjernihkan air yang banyak mengandung besi (Fe), mengenalkan jamban sehat
yang tidak mencemari lingkungan air dan tanah, menjelaskan bahaya AIDS dan
penyakit Leptospirosis serta memberi pengarahan tentang Penyediaan Air Minum
Rumah Tangga (PAM RT).
Dan saya berhasil memperoleh
informasi dari salah satu petugas Dinas Kesehatan, Ibu Watini, SKM.
 |
| Ibu Watini, SKM |
1. Cara
menjernihkan air yang mengandung Besi (Fe)
a. 50
liter air + kapur 1 gram (1/2 sendok the) kemudian aduk cepat kira-kira 3 menit
b. Tambahkan
PAC 1 gram atau tawas 2 gram. Aduk lambat.
c. Masukkan
kedalam ember yang ada krannya, dan di dalam kran diberi pralon yang berisi
spon untuk menyaring.
d. Rebus
air diatas api sampai mendidih kurang lebih 3 menit.
2. Penyediaan
Air Minum Rumah Tangga (PAM RT)
Harapan
dari PAM RT adalah air minum yang SEHAT (Segar, Enak, Higienis, Aman, dan
Terjangkau). Air yang layak minum harus melewati tiga persyaratan yaitu Fisik,
Kimia dan Mikrobiologi.
Desinfeksi
merupakan proses untuk membebaskan air minum dari mikroorganisme patogen.
Beberapa
metode desinfeksi
- Klorinasi (penggunaan senyawa klor
sebagai disinfektan), missal kaporit dan kloroc
- Radiasi Ultraviolet (lampu UV)
- Ozone
- Chlorine dioxide
- Slow filtration
- Membran RO
- Alternative methods (bromine, silver,
iodine, sodium dichloroisocyanurate (NaDCC), mixed oxidant gases).
3. Penyakit Leptospirosis
Leptospirosis atau
biasa dikenal dengan penyakit kencing tikus adalah penyakit yang disebabkan
oleh kuman Leptospira Sp. Penyakit ini dapat menyerang hewan dan manusia. Kuman
ini dapat hidup didalam air tetapi dapat mati jika terkena air sabun, lisol,
dll.
Penyakit ini memiliki gejala awal demam, menggigil, sakit
kepala, muntah, mata merah, rasa nyeri pada otot terutama otot betis dan gejala
lanjutan seperti kegagaan ginjal, sakit kuning, perdarahan masuk ke kulit dan
selaput lender, pembengkaan selaput otak atau meningitis dan pendarahan di paru
Orang yang memiliki aktivitas rutin bersentuhan dengan
binatang, air, lumpur dan tanaman yang sudah terkena kencing bintatang dapat
beresiko terkena leptospirosis seperti berkemah, berkebun, pendaki gunung,
olahraga air, petai, dokter hewan, jagal binatang, petugas kebersihan keun, dll
Berbagai binatang yang bisa mengidap kuman leptospira
didalam ginjalnya. Seperti tikus, babi, sapi, kambing, domba, kuda, burung,
landak, kelelawar, tupai dan rubah.
Dan mungkin
hanya itu yang disampaikan beliau, selebihnya beliau memberikan saya brosur
untuk pemahaman lebih lanjut. Keluar dari pameran saya dan teman-teman mampir ke
bioskop keliling yang diadakan oleh Dinas Pendidikan Kab. Klaten. Bioskop
keliling dapat ditayangkan di berbagai daerah di Kabupaten Klaten dengan cara
mengisi permohonan dan perizinan dari Kelurahan setempat. Dan dari situlah saya
mendapat kenang-kenangan berupa buku berisi candi-candi peninggalan zaman dulu.