Kamis, 21 Agustus 2014

Kirab Budaya dalam Rangka Memperingati Dirgahayu Republik Indonesia ke-69

17 Agustus 2014, peringatan Dirgahayu Republik Indonesia ke-69. Banyak kegiatan  untuk memperingatinya. Dan tentunya setiap daerah memiliki cara tersendiri untuk merayakan kemerdekaan selain dengan upacara bendera. Misal, di Kota Klaten. Pada tanggal 18-19 Agustus 2014, pemerintah Kabupaten Klaten mengadakan karnaval untuk memperingatinya.
Pada tanggal 19 Agustus, saya berkesempatan menyaksikan karnaval (Kirab Budaya)  tersebut karena sekolah saya dipulangkan lebih awal. Kirab Budaya kali ini menurut saya lebih meriah dari tahun lalu karena jumlah pengikutnya semakin banyak dan semakin beragam. Mulai dari sekolah, kursus, masyarakat luas hingga dari dinas pun ikut turun dalam Kirab Budaya ini.
Kirab Budaya ini diselenggarakan di sepanjang Jl. Pemuda Kabupaten Klaten (Jalan menuju Kota Yogyakarta) dan der-start di Gedung Olahraga (Monumen Juang 45 Klaten) atau masyarakat sering menyebutnya dengan GOR. Peserta juga mempersembahkan karya yang beragam.

Dari sekolah, mereka bisa berkesempatan mempromosikan sekolah mereka. Mungkin dari menunjukkan ekstrakurikuler yang ada disekolah hingga menunjukkan prestasi yang telah diraih oleh sekolah mereka.














Dari kursus, mereka dapat menampilkan bahan ajar apa yang dipelajari. Misal, kemarin saya melihat kursus model yang menampilakn model-model mereka untuk mengikuti Kirab Budaya ini. Mereka mengenakan busana yang lebih menojol dibanding dengan yang lain.
 
Selfie sama salah satu modelnya ^_^

Kita nih :)




Dari masyarakat luas, missal dari Naga Mas Motor. Dari Naga Mas Motor menujukkan Naga yang berwarna emas yang terbuat dari busa dan sterofom yang dibentuk menyerupai naga. Dan dari Naga Mas Motor juga menampilkan barongsai. 
You know who is that.

Sama Dewi Rachmawati

Cheers !



Respect For Indonesia !

Naga Mas

Ini juga dari Naga Mas Motor

Ramayana dari Kecamatan Prambanan

Ramayana dari Kecamatan Prambanan

Ada Rama dan Sinta guys

Ini pengikutnya Rama dan Sinta

Sapinya manteb guys :D

Ini juga


Sabtu, 16 Agustus 2014

Pameran Pembangunan dalam Rangka HUT Klaten ke-210 di Gedung RSPD Kabupaten Klaten



       Tanggal 12 Agustus 2014 kemarin, saya pergi kesebuah pameran yang disenggelarakan oleh pemerintah Kabupaten Klaten yang bertempat di Gedung RSPD, Sunan Pandanaran. Pameran tersebut diikuti oleh berbagai SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) yang berada di Kabupaten Klaten, komunitas fotografi di Kabupaten Klaten (Klap Photograper), batik khas berbagai daerah, patung yang dibuat dari ukiran kayu dan dari Dinas Pendidikan sampai Dinas Kesehatan juga turun kelapangan guna memberikan informasi yang dibutuhkan masyarakat luas.
            Beberapa SMK menunjukkan eksistensi mereka dibidang yang sesuai dengan jurusan mereka, dari SMK N 1 Klaten menunjukkan jurusan dibidang Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), Multimedia (MM), dan Teknik Produksi dan Penyiaran Program Pertelevisian (TP4). SMK N 2 Klaten menunjukkan jurusan dibidang Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), SMK N 3 Klaten menunjukkan jurusan dibidang Tata Boga, dan kecantikan kulit & rambut. Dan masih banyak SMK lainnya yang  tidak kalah dengan ketiga SMK yang saya sebutkan tadi.
            SMK-SMK tersebut menunjukkan bidang keahlian ke masyarakat luas dengan cara memamerkan produk mereka. Produk-produk yang diciptakan sendiri yang tentunya melalui proses pembuatan yang cukup memakan waktu. Dari produk yang ditawarkan, mereka dapat menjual jasanya melalui jalur pameran tersebut. Selain itu juga dapat mempromosikan bidang keahlian dan sekolah mereka ke masyarakat luas melalui karya yang dihasilkan. Banyak jasa yang ditawarkan, seperti pembuatan animasi 2D dan 3D, sablon kaos dan mug, pembuatan film pendek, pembuatan Iklan Layanan Masyarakat (ILM), perakitan PC, pembuatan berbagai makanan dari yang Tata Boga, menawarkan jasa kecantikan kulit dan rambut, dan masih banyak lagi.
            Satu yang menarik perhatian saya ketika saya melihat berbagai koleksi foto menarik dari pameran tersebut. Koleksi foto yang berasal dari komunitas KLAP Photographer Klaten menarik perhatian saya dan teman-teman saya. Mulai dari karya hingga cara penyampaiannya pun juga menarik. Banyak karya foto yang dipamerkan. Dari Human Interest hingga Lanscape terpamerkan jelas waktu itu. Foto yang dipamerkan pun tidak kalah menariknya dengan jepretan hasil fotografer professional. Mulai dari komposisi hingga makna yang terkandung sangat menarik untuk dipelajari lebih.
Beberapa foto yang dipamerkan

Beberapa foto yang dipamerkan


Selain jepretan hasil komunitas KLAP Photographer Klaten, ada juga patung yang dibuat dari kayu yang diukir. Harganya pun juga menyesuaikan bentuk, besar dan kesulitan pada saat pembuatan, harganya berkisar antara Rp 2.000.000,- hingga Rp 5.000.000,-.
Selfie. Cheers !



Patung ini harganya Rp 3000.000,-

Hal yang menurut saya paling menarik dari pameran tersebut adalah terjunnya petugas dari Dinas Kesehatan disela-sela pameran. Para petugas mendirikan stand guna menyosialisasikan berbagai kebutuhan yang dibutuhkan masyarakat luas, seperti pelayanan kesehatan layaknya Puskesmas, memberikan informasi bagaimana cara menjernihkan air yang banyak mengandung besi (Fe), mengenalkan jamban sehat yang tidak mencemari lingkungan air dan tanah, menjelaskan bahaya AIDS dan penyakit Leptospirosis serta memberi pengarahan tentang Penyediaan Air Minum Rumah Tangga (PAM RT).
            Dan saya berhasil memperoleh informasi dari salah satu petugas Dinas Kesehatan, Ibu Watini, SKM.
Ibu Watini, SKM

1. Cara menjernihkan air yang mengandung Besi (Fe)
a.       50 liter air + kapur 1 gram (1/2 sendok the) kemudian aduk cepat kira-kira 3 menit
b.      Tambahkan PAC 1 gram atau tawas 2 gram. Aduk lambat.
c.      Masukkan kedalam ember yang ada krannya, dan di dalam kran diberi pralon yang berisi spon   untuk menyaring.
d.      Rebus air diatas api sampai mendidih kurang lebih 3 menit.



 
2. Penyediaan Air Minum Rumah Tangga (PAM RT)
Harapan dari PAM RT adalah air minum yang SEHAT (Segar, Enak, Higienis, Aman, dan Terjangkau). Air yang layak minum harus melewati tiga persyaratan yaitu Fisik, Kimia dan Mikrobiologi.
Desinfeksi merupakan proses untuk membebaskan air minum dari mikroorganisme patogen.
Beberapa metode desinfeksi
  • Klorinasi (penggunaan senyawa klor sebagai disinfektan), missal kaporit dan kloroc
  •  Radiasi Ultraviolet (lampu UV) 
  • Ozone 
  • Chlorine dioxide 
  • Slow filtration 
  • Membran RO
  • Alternative methods (bromine, silver, iodine, sodium dichloroisocyanurate (NaDCC), mixed oxidant gases).
 3. Penyakit Leptospirosis
Leptospirosis atau biasa dikenal dengan penyakit kencing tikus adalah penyakit yang disebabkan oleh kuman Leptospira Sp. Penyakit ini dapat menyerang hewan dan manusia. Kuman ini dapat hidup didalam air tetapi dapat mati jika terkena air sabun, lisol, dll.
            Penyakit ini memiliki gejala awal demam, menggigil, sakit kepala, muntah, mata merah, rasa nyeri pada otot terutama otot betis dan gejala lanjutan seperti kegagaan ginjal, sakit kuning, perdarahan masuk ke kulit dan selaput lender, pembengkaan selaput otak atau meningitis dan pendarahan di paru
            Orang yang memiliki aktivitas rutin bersentuhan dengan binatang, air, lumpur dan tanaman yang sudah terkena kencing bintatang dapat beresiko terkena leptospirosis seperti berkemah, berkebun, pendaki gunung, olahraga air, petai, dokter hewan, jagal binatang, petugas kebersihan keun, dll
            Berbagai binatang yang bisa mengidap kuman leptospira didalam ginjalnya. Seperti tikus, babi, sapi, kambing, domba, kuda, burung, landak, kelelawar, tupai dan rubah.
Dan mungkin hanya itu yang disampaikan beliau, selebihnya beliau memberikan saya brosur untuk pemahaman lebih lanjut. Keluar dari pameran saya dan teman-teman mampir ke bioskop keliling yang diadakan oleh Dinas Pendidikan Kab. Klaten. Bioskop keliling dapat ditayangkan di berbagai daerah di Kabupaten Klaten dengan cara mengisi permohonan dan perizinan dari Kelurahan setempat. Dan dari situlah saya mendapat kenang-kenangan berupa buku berisi candi-candi peninggalan zaman dulu.